JPEdLab Mora

Apa itu mora? Ritme bahasa Jepang dalam ketukan

Bahasa Jepang menghitung ketukan (mora), bukan suku kata. Sebagian besar kana bernilai satu ketukan; ー, っ, dan ん masing-masing mendapat satu ketukan penuh.

客pelanggan / tamu
  1. きゃ
  2. く
2 ketukan
規約ketentuan / peraturan
  1. き
  2. や
  3. く
3 ketukan
Setiap kotak adalah satu ketukan. Hitung kotaknya, bukan hurufnya.

Hitung ketukannya

ContohKetukan
客きゃく
  1. きゃ
  2. く
2 ketukan
規約きやく
  1. き
  2. や
  3. く
3 ketukan
一個いっこ
  1. い
  2. っ
  3. こ
3 ketukan
新聞しんぶん
  1. し
  2. ん
  3. ぶ
  4. ん
4 ketukan
チョコレートちょこれーと
  1. ちょ
  2. こ
  3. れ
  4. ー
  5. と
5 ketukan

Cara mengucapkannya

  1. Tepuk sekali untuk setiap kotak sambil mengucapkan kata dengan pelan.

  2. Jangan hilangkan ー, っ, dan ん: panjangkan, tahan, dengungkan.

  3. Percepat tanpa kehilangan ketukan.

Aksen nada: lapisan terpisah

Setiap mora juga bernada tinggi atau rendah. 箸 (sumpit) dan 橋 (jembatan) punya ketukan yang sama, tetapi nadanya berbeda.

箸HLLはしが
橋LHLはしが
端LHHはしが
H = tinggi, L = rendah. Partikel が menunjukkan perbedaan antara 橋 dan 端.

Situs ini tidak menilai aksen nada.

Kesalahan umum penutur bahasa Indonesia

  • Mengabaikan ketukan khusus

    ー, っ, dan ん tidak ada dalam bahasa Indonesia, jadi ketukannya mudah hilang.

  • Ejaan menyembunyikan ketukan

    Ejaan Latin “Tokyo” menyembunyikan vokal panjang pada とうきょう.

Dalam tes pelafalan

Tes memeriksa satu ketukan atau bunyi tertentu per soal, bukan ritme secara keseluruhan.

Ikuti tes pelafalan gratis

Referensi pengajaran